STT Iman Jakarta —Sekolah Tinggi Teologi Iman Jakarta

Sejarah STT Iman Jakarta

SELAYANG PANDANG

STT Iman Jakarta bermula dari visi  Alm. Pdt. Dr. Timothy Dzao Sze Kwang “Ke Seluruh Bumi Beritakanlah Injil,” yang melihat adanya kebutuhan tenaga-tenaga Kristiani lokal yang perlu memegang peranan dalam pelayanan di Indonesia, maka pada tahun 1955 didirikanlah Sekolah Latihan Pekabaran Injil (SLPI) di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. SLPI sempat mengalami pembekuan karena adanya perubahan politik, kemudian tanggal 15 Agustus 1981 SLPI dihidupkan kembali menjadi Institut Misi dan Alkitab Nusantara (IMAN) oleh Pdt. Moses Chow dan Pdt. Joshua Ong, dan dengan anugerah Tuhan meneruskan visi semula.  Sesuai dengan perkembangan, pada tahun 1996 nama Institut Misi dan Alkitab Nusantara berubah menjadi Sekolah Tinggi Theologia IMAN (STT IMAN), kemudian sehubungan dengan perkembangan pendidikan di Indonesia maka ditetapkan dengan nama STT Iman Jakarta.  Kampus STT Iman Jakarta yang terletak di kawasan yang cukup strategis memiliki sarana dan pra sarana yang memadai dalam peran serta menunjang pendidikan di Indonesia. Untuk meningkatkan mutu pendidikan maupun mutu pelayanan, dimana proses belajar-mengajar di STT Iman Jakarta difasilitasi oleh para dosen yang sesuai bidangnya dan cukup berpengalaman. Renovasi, restrukturisasi, dan regenerasi terus digalakkan oleh STT Iman Jakarta, pada tanggal 1 Agustus 2016 Pdt. Gideon Ang, M. Hum. meneruskan tongkat estafet kepemimpinan STT Iman Jakarta setelah Pdt. Joshua Ong, Ph. D.


PIMPINAN STT IMAN

STT Iman Jakarta dikelola oleh Yayasan STT IMAN, dan penatalayanan pendidikan dilaksanakan oleh senat dan unsur pimpinan dosen, dan proses belajar-mengajar difasilitasi oleh para dosen.

TUJUAN STT IMAN JAKARTA

STT Iman Jakarta dikhususkan untuk orang Kristen; anggota gereja yang mempunyai panggilan untuk menjadi hamba-Nya; bersusila tinggi dan berkelakuan baik; sehat jasmani dan rohani; serta berkemampuan untuk belajar dan melayani.  STT Iman Jakarta didirikan dengan visi, yaitu menjadi lembaga pendidikan tinggi teologi yang menghasilkan pelayanan Kristen terbaik yang alkitabiah, missioner, dan professional. Misi utama STT Iman Jakarta adalah menyelenggarakan pendidikan teologi yang alkitabiah, missioner, dan relevan bagi kebutuhan gereja, sekolah, dan masyarakat; melaksanakan penelitian teologi yang mampu menjawab permasalahan yang berkembang dalam masyarakat; dan melakukan pengabdian dalam masyarakat khususnya dalam bidang misi, pelayanan pastoral, dan kesejahteraan sosial bagi masyarakat.  STT Iman Jakarta mempunyai sasaran yaitu mempersiapkan pemuda dan pemudi Kristen berbakat yang terpanggil dan berbeban untuk menjadi hamba Tuhan dan pemimpin gereja yang memiliki: 
1. Komitmen untuk mengemban Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus (Matius 28:18-20; Markus 16:15). 
2. Karakter, kepribadian, dan moral yang terpuji sehingga mampu menjunjung tinggi nama Tuhan Yesus Kristus, gereja, dan almamater serta dapat memberikan sumbangsih yang signifikan bagi masyarakat. 
3. Kompeten dalam pengetahuan teologi dan terampil dalam pelayanan sehingga mampu melaksanakan tugas pelayanan gereja secara profesional dan bertanggungjawab berdasarkan kebenaran Alkitab. 

PENGAKUAN IMAN STT IMAN JAKARTA

STT Iman Jakarta merupakan sekolah tinggi teologi injili yang hadir sebagai wadah pendidikan dalam mendidik, membimbing, dan melatih mereka yang terpanggil untuk melayani Tuhan.  Kami menyelenggarkan pendidikan teologi yang menjunjung tinggi misi untuk memberitakan Injil ke seluruh dunia (Mark 16:15). Dalam menyelenggarakan pendidikan teologi ini, kami menyatakan iman sebagai berikut:

  1. Alkitab adalah firman Allah yang diwahyukan Allah dan yang diilhamkan oleh Roh Kudus tanpa kesalahan dan dalam kesempurnaan (Innerrancy dan Infallibility) isi dan penulisannya terdiri dari 39 kitab Perjanjian Lama dan 27 kitab Perjanjian Baru. Alkitab merupakan otoritas dan standard moral tertinggi dalam iman dan setiap aspek kehidupan manusia kini dan kekekalan.
  1.  Allah Tritunggal adalah Allah yang esa dalam keilahianNya yakni satu hakikat (ousia essentia) dalam tiga pribadi (hupotasis) yaitu Bapa, Anak dan Roh Kudus. KetigaNya sama dalam kemuliaan, kehormatan, kekuasaan, keberadaan, dan kekekalanNya.
  • Bapa adalah pencipta alam semesta yang berkuasa dan berdaulat dalam memerintah seluruh alam semesta menurut hikmat dan kehendakNya yang kekal serta merencanakan penebusan manusia.
    • Anak yaitu Yesus Kristus adalah Allah sejati dan manusia sejati. Dia sehakikat dengan Bapa dan menanggalkan status kesetaraan dengan Bapa dan berinkarnasi menjadi manusia sejati.
    • Yesus Kristus berinkarnasi mengambil natur manusia disatukan dengan natur ilahiNya dalam satu pribadi. Kedua natur tersebut tidak tercampur, terpisah, terbagi dan tanpa perubahan tetap satu pribadi. Ia dikandung oleh Roh Kudus dan dilahirkan melalui anak dara Maria. Menunaikan karya keselamatan secara sempurna dengan kerelaan (willingness) dan penyerahkan diri mati disalib untuk keselamatan manusia.
    • KematianNya adalah kematian yang menggantikan (vicarious), menebus (redemptive1), mendamaikan (propitiation2), mengampuni (expiation3), menanggung hukuman (substitutionary4).
    • Dibangkitkan pada hari ketiga dari antara orang mati sebagai buah sulung tubuh kebangkitan kekal, naik ke sorga duduk di sebelah kanan Allah Bapa menjadi Imam Besar dan dari sana akan datang kembali.
    • Yesus Kristus adalah satu-satunya juruselamat manusia, manusia diselamatkan hanya oleh anugerah Allah melalui iman kepada Yesus Kristus, keselamatan dalam Yesus Kristus adalah kekal5 dan tidak ada yang dapat mengambilnya.6
    • Yesus Kristus adalah Kepala Gereja dan akan datang kembali di awan-awan untuk menjemput7 milik Nya dalam kemuliaan dan mendirikan KerajaanNya di bumi serta memerintah8 selama 10009 tahun bersama dengan orang kudusNya.
  • Roh Kudus adalah Allah dan seorang pribadi ilahi memiliki semua atribut ilahi dan sehakikat dengan Bapa dan Anak. Roh Kudus merupakan Roh Penghibur dan Kebenaran yang diutus oleh Bapa untuk melahirbarukan orang yang bertobat dan menguduskan mereka.
  1. Manusia adalah laki-laki dan perempuan yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Berkepribadian yang berakal, berkesadaran diri dan berkehendak bebas dan juga bermoral serta berkehidupan kekal. Dalam keadaan ketidaksalahan (innocence), hidup untuk memuliakan dan melayani Tuhan dengan menaati perintahNya. Namun dalam kebebasannya memilih ketidaktaatan sehingga jatuh ke dalam dosa, kehilangan kemuliaan Allah dan berada di bawah hukuman Allah. 
  2. Keselamatan adalah anugerah Allah semata dengan beriman kepada Yesus Kristus yang telah mati disalib dan bangkit, maka tidak ada jasa amal perbuatan baik dan usaha manusia. Keselamatan yang diterima dalam iman kepada Tuhan Yesus Kristus hanya sekali, bersifat tetap dan kekal sehingga manusia yang sudah diselamatkan tidak mungkin akan kehilangan keselamatan yang telah diterimanya.
  1. Gereja adalah kumpulan dan persekutuan orang percaya yang telah diselamatkan dan dipanggil keluar dari dunia oleh Yesus Kristus Kepala Gereja itu. Hanya ada satu gereja 10 yang esa dan hanya ada satu kepala Gereja yaitu Yesus Kristus. Gereja adalah tubuh Kristus yang merupakan organisme yang unik untuk bersehati, melayani dan memberitakan Injil anugerah keselamatan kepada dunia.

_____________________

1 Timothy S. K. Dzao, Jesus The Saviour (Kowloon, Hong Kong: Spritual Food Publisher, 1968), 57, 64.

2 Dzao, Jesus The Saviour, 2,41.

3 Dzao, Jesus The Saviour, 44.

4 Dzao, Jesus The Saviour, 57.

5 Dzao, Jesus The Saviour, 64.

6 Timothy S. K. Dzao, Nubuat Terakhir Tafsiran Kitab Wahyu, terj. Tjoeng Wie Mie, 48.

7 Dzao, Nubuat Terakhir, 48, 122, 202.

8 Dzao, Nubuat Terakhir, 77, 137, 202.

9 Dzao, Nubuat Terakhir, 201, 202, 222, 234.

10 Dzao, Nubuat Terakhir, 121.

 

Kepustakaan:

Dzao Sze Kwang, Timothy. Beneath His Abundant Grace. Hongkong: Ling Liang Publisher,

Dzao Sze Kwang, Timothy. Jesus the Savior. Kowloon, Hongkong: Spiritual Food Publisher, 1968.

Dzao Sze Kwang, Timothy. Nubuat Terakhir: Tafsiran Kitab Wahyu. Terj. Tjoeng Wie Mie.

Back to top

AKADEMIK
BANK

BCA
No. Rek. (2443123768) a.n Yayasan Sekolah Tinggi Theologia IMAN Bank BCA Pluit Kencana

KEEP UPDATED

IKUTI KAMI DI


LOCATION
click to view map Jl. Wijaya I No. 29 - 31
Petogogan, Kebayoran Baru
Jakarta Selatan
(021) 720-3040, 725-3446 (jam kerja)
email: sttiman@yahoo.com/cs@sttiman.ac.id
Berafiliasi dengan
Sinode Gereja Santapan Rohani Indonesia
© Sekolah Tinggi Teologi Iman Jakarta